“Kapan Lulus/Nikah/Punya Anak dst”

Baru aja Kementerian Agama RI memutuskan 1 Syawal jatuh pada besok, 25 Juni 2017. Yeay, jadi juga lebaran yah!Walau agak sedih nggak sih ramadhan berakhir dan tentunya gue sudah mereview kualitas diri gue di ramadhan tahun ini seperti apa hiks. Oke back to topic, menjelang lebaran meme dan “campaign” yang bertebaran di internet Indonesia tiap tahunnya adalah STOP BERTANYA “Kapan Series”.

Iya gue sebut “Kapan Series” karena nggak berujung:

1. Kapan lulus?

2. Kapan nikah?

3. Kapan punya anak?

4. Kapan punya anak kedua?

dan seterusnya sampai yang bentuknya kayak gini juga ada: “Kok makin gendut sekarang?”, “Kerja dimana?”, “Gaji uda berapa sekarang?”, “Kerja sebagai apa?”, “Calonnya mana?” dan ya pokoknya kalian lebih tahulah bentuk pertanyaannya macam apa.

Bahkan meme macem ini ya uda banyak dari tahun lalu. Tarif menanyakan “kapan series” sampai tata cara ngebales pertanyaan-pertanyaan tersebut. Mungkin pertanyaan macam ini emang budaya timur banget kali yah, bukan negara kita aja kok. Ini iklan di Malaysia juga mengambil tema yang sama untuk hari raya. Cek disini buat liat iklannya, lucu wkwkwk.

Setelah melewati berapa tahun lebaran dan mendapatkan pertanyaan-pertanyaan macam itu, jujur aja gue jarang banget tersinggung menanggapi hal itu. Mungkin karena emang keluarga gue beneran nanya untuk ngebantu ya, contohnya waktu gue nganggur kemarinan. Tapi semakin gue pahami, menurut gue sih kita nggak perlu tersinggung ampe naik pitam segala kalau ditanya begitu. Alasannya;

1. MEREKA NGGAK PUNYA TOPIK OBROLAN

Yes, masa uda lama nggak ketemu nih yah dalam setahun, pertanyaannya itu aja? Atau bahkan tanpa disadari itu mulu, kayak template permohonan maaf bank aja. Sederhana banget alasannya, karena mereka nggak punya topik obrolan. Apalagi orang Indonesia itu demen banget basa-basi dulu. Nggak mungkin kan basa-basi ala film hollywood yang “cuaca hari ini cerah yah”, wong cuaca Indonesia gitu gitu aja heuheuheu.

Hal ini nggak terjadi saat lebaran aja kok, tetapi juga saat reunian sekolah! Lama nggak ketemu temen SD/SMP/SMA, pasti secara nggak langsung dari mulut temen bahkan mulut kita sendiri nanya nya juga sama; “eh kerja dimana sekarang?”, “Eh gendutan lo sekarang”, atau “Si anu nikah, lo kapan?”. Kecuali ya kalo temen atau saudara kita itu ngikutin media sosial kita, mungkin pertanyaannya atau basa-basinya bakal beda. Misalnya kayak “eh kemarin gue liat lo jalan-jalan ke Jepang, cerita dong” atau “Lo kayaknya nggak suka banget ya sama calon presiden A. Menurut gue sih—-” dan seterusnya.

Serius deh ini mereka nggak maksud nyakitin hati kita. Keep positive!

2. BENERAN PEDULI

Dulu gue sempet nganggur lama banget dan gue sempet takut ketemu keluarga besar gue walau itu bukan lebaran. Tapi setelah gue hadapi dan mendapati pertanyaan “Kerja dimana?”, “Uda ngelamar kemana aja?”, ternyata om dan tante gue cukup peduli sama gue. Mereka ampe ngontak temen-temennya nanyain lowongan kerja. Mereka nanyain minat dan keahlian gue bahkan minta dikirimin CV gue untuk mereka review. Pertanyaan-pertanyaan itu nggak seburuk itu kok, apalagi kalo pada dasarnya mereka peduli dan berniat baik buat membantu.

3. CUMA KETEMU SAAT LEBARAN

Iya tenang aja kali. Lebaran cuma 2-3 hari, pertanyaan-pertanyaan ini tuh harusnya cuma angin lalu dibandingkan berapa hari yang kita lewati dalam setahun dengan pertanyaan-pertanyaan yang lebih nggak ngenakin lagi. Ya, walau emang sih ada pertanyaan dari “kapan series” yang cukup berpengaruh dalam kehidupan, yang mungkin karena sering banget ditanyain orang-orang bahkan diri sendiri pun menanyakan pertanyaan ini demi suatu pencapaian misalnya. Tapi balik lagi, kayaknya kita nggak perlu berlebihan nanggepin pertanyaan tak berujung itu dari keluarga besar kita heuheu karena balik lagi, emang kita yang paling paham dengan diri sendiri kan?

Ya sekiranya itu aja sih. Daripada tersinggung dan bikin mood hari raya jadi amburadul, mending fokus dengan kue kastengel, nastar, dan putri saljunya! Jangan lupa opor ayam, rendang, gulai, dan makanan berlemak lainnya! Akhir kata, Taqobbalallahu minna wa minkum Barakallahu Fiikum. Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian. Dan semoga kita dipertemukan lagi dengan ramadhan tahun depan yah! Amin.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H!

Leave a Reply