Semua Orang Adalah Voldemort!

Siapa yang nggak kenal salah satu villain fenomenal yang namanya nggak boleh disebut itu? Haram hukumnya untuk menyebutkan namanya karena para pengikutnya, pelahap maut akan datang dan menyerbumu!

Mari kita sebut saja nama musuh besar Harry Potter di sini, siapa lagi kalau bukan Lord Voldemort!!

Sebagai fans Harry Potter, gue cukup lama memikirkan ini kalau ternyata semua orang di dunia ini adalah Voldemort.

Bukan karena kita pesek terus mirip Voldemort yang nggak punya hidung itu, bukan!! Tapi karena kita semua punya HORCRUX.

Horcrux adalah suatu wadah di mana seorang penyihir hitam menyembunyikan bagian dari jiwanya untuk tujuan mencapai keabadian.

Wadahnya bisa macam-macam, bisa benda atau bahkan mahluk hidup sekali pun. Di serial Harry Potter, kita tahu Voldemort membelah jiwanya menjadi 7 bagian agar bisa hidup abadi.

Nah bagi gue, kita semua itu punya Horcrux. Bedanya, Horcrux kita itu bukan jiwa atau nyawa, melainkan kenangan, daya pikir, dan curahan perasaan.

Sederhananya, teman yang menjadi tempat curhat lo itu adalah Horcrux!

Dan menariknya lagi lo nggak mungkin punya satu teman curhat. Lo uda kayak Voldemort yang ngebagi jiwa jadi tujuh itu.

Gue selalu percaya bahwa setiap orang di dunia ini punya teman dengan segmentasi tersendiri dalam curhatannya.

Teman yang ini untuk bercerita masalah keluarga, teman yang itu untuk berdiskusi tentang keuangan, teman yang sini cuma buat senang-senang, teman yang situ untuk bercerita tentang masalah cinta dan lain sebagainya.

Sedeket apa pun lo dengan satu temen lo, rasanya nggak mungkin lo ceritain semuanya. Jadi harusnya nggak ada ya cemburu-cemburuan sama temen deket yang lebih seneng cerita ke temennya yang lain ketimbang sama lo. Gue selalu percaya daya kenyamanan tiap orang bercerita itu berbeda.

Kalau disederhanain lagi, lo bahkan punya topik tertentu yang cuma bisa lo share sama nyokap dan bokap nggak tahu. Begitu juga sebaliknya.

Kenapa gue lebih memilih menyebut hal ini sebagai Horcrux ketimbang menyebutnya ‘ekstrak ingatan’ yang bisa dilihat di Pensieve itu, karena umumnya Horcrux itu diciptakan dari benda/mahluk/sesuatu yang bernilai dan memiliki rasa sentimentil.

Ketika kita curhat/diskusi penting yang mendalam pada seseorang, bukankah itu artinya kita melihat sebuah value di diri seseorang tersebut?

Hingga dengan mudah kita memberi kepercayaan, meluangkan waktu, bahkan memberikan apa saja untuk orang yang secara nggak langsung telah jadi Horcrux ini?

Dan tentu saja selayaknya Horcrux, mereka yang penting dalam hidup kitalah yang membuat kita hidup abadi.

Iya, hidup abadi dalam ingatan setiap orang terbaik yang lo curahkan kepercayaan. Hidup abadi dalam sebuah karya yang lo ciptakan dengan segenap rasa sentimentil.

Semua itu mungkin akan lebih terasa lagi ketika ajal menjemput. Mungkin ketika yang tersisa hanya nama, sosok kita akan tetap hidup dari cerita setiap Horcrux yang ada.

Mengumpulkan setiap kepingan puzzle hanya untuk menggambarkan satu sosok yang telah tiada. Contohnya, lo bisa ngenalin sosok kakek/nenek/saudara yang uda meninggal cuma dari cerita-cerita orang tua.

Nggak ngelak bahkan melihat suatu benda aja kita suka teringat akan seseorang yang penting bagi kita, kan?

Horcrux bisa apa pun. Dia adalah sebuah investasi kehidupan abadi.

Masalahnya sekarang, pada apa atau siapa lo meluangkan waktu, energi, dan hal-hal yang lo anggap ber-value itu? Apakah mereka adalah benda/orang yang tepat untuk dijadikan Horcrux?

Atau apakah kita sudah sepenting itu untuk jadi Horcrux bagi seseorang?

Terakhir, Horcrux seperti apa yang akan kita tinggalkan ketika kita telah tiada? Cerita macam apa yang orang bicarakan tentang kita setelah tiada? Apakah semua hal baik atau malah semua kebusukan?

Leave a Reply