Tentang Mati Konyol

Apa reaksimu ketika mendengar “Mati Konyol”?

Apakah kau akan tertawa karena begitu konyolnya atau malah meringis karena ini tentang kematian? 

“Mati” dan “Konyol” memang dua kata yang kontradiktif. Awal mendengar istilah ini, jujur saja aku tergelitik. Ingin tertawa tapi kok rasanya sangat menyedihkan.

Dulu kupikir ini mungkin lelucon. Aku saja yang terlalu kaku menganggap kematian adalah sebuah hal yang mengerikan dan menyedihkan. Buktinya orang-orang bisa menertawai kematian (mungkin).

Istilah ini lama mengendap dalam benak, semacam bertanya mungkin yang dimaksud mati konyol itu adalah cara mati yang tidak keren.

Maksudku, ayolah semua orang ingin mati dalam keadaan baik. Bukan dalam keadaan buruk apalagi dalam keadaan yang bisa ditertawakan. Tapi hey apakah ketika mati, masih ada pikiran tentang bagaimana gayamu saat mati?

Lalu aku menonton COCO, ya film Disney Pixar itu, yang berhasil membuatku menangis meraung-raung. Ada satu adegan yang kuingat betul di film itu, yaitu ketika Hector bertemu teman-teman tengkoraknya.

“Hey kid, lo tau nggak si Hector ini mati konyol?”

“Masa dia mati karena makan sosis.”

Lalu semua orang tertawa terbahak-bahak termasuk Miguel yang menahan tawanya. Hector yang tidak terima langsung berkelit, “Keracunan!! Aku mati karena keracunan!!”

Alasan Hector pun hanya menambah gelak tawa mereka. Ya, mungkin juga penonton akan tertawa juga karenanya. Adegan ini terbilang penting untuk menjelaskan bagaimana Hector mati.

Tapi adegan itu terus membuatku bertanya-tanya apakah mati karena makan sosis itu termasuk mati konyol? Apakah jangan-jangan om sepupuku yang meninggal karena terinjak paku itu masuk ke dalam kategori ini? 

Masa sih? Kematian om sepupuku itu cukup membuat keluargaku parno setiap melihat anak kecil yang berjalan tanpa alas kaki ketika mereka bermain.

Memang sih rasanya secara alamiah manusia selalu mencari sebab untuk segala hal. Bagaimana seseorang itu mati? Cuma tidur saja tiba-tiba mati? Masa sih cuma kelilipan debu bisa mati? 

Ada yang bilang mati konyol adalah ungkapan untuk sebuah kematian yang sia-sia dan kematian yang tidak lazim. Menurut kbbi sih memang konyol itu diartikan sebagai “kurang ajar”, “tidak sopan”, “agak gila”, dan “sia-sia”.

Tapi haruskah kematian yang agak gila patut ditertawakan? Dijadikan lelucon?

Papa pernah bilang saat kami pergi melayat, ketika kami datang melihat orang mati maka bicarakan hal-hal baik tentangnya. Jika masih ada perkara yang belum selesai, silakan bicara dengan keluarganya.

Rasanya semua terasa ada etika. Dan mungkin ketika ada yang membicarakan bagaimana cara dia bisa mati, yang ada hanya berduka dan rasa prihatin. Bungkam tanpa ada yang menyebut “mati konyol”.

“Put, lo ga pernah liat dumbs ways to die yak?! Itu mati konyol!”

Baiklah, anggap saja aku ini standard ganda karena aku masih punya pikiran dimana istilah mati konyol ini masih oke untuk sebuah fiksi atau sekedar imajinasi selintas lalu atau hal yang yaaah bukan ungkapan realita. Entahlah.

Setidaknya aku tidak ingin menertawakan kematian. Dengan pikiran ini, aku tahu bagaimana bersikap.

Semoga aku, kamu, kita semua mati dalam keadaan baik.

Ah, 

Semoga aku, kamu, kita semua hidup dalam keadaan baik. 

Putiayua,

22:37, KRL Jakarta Kota – Bekasi.

3 Replies to “Tentang Mati Konyol”

  1. Jangan mati konyol ya yu

    1. Hidup baik, mati baik.

Leave a Reply